cool hit counter

PDM Jakarta Utara - Persyarikatan Muhammadiyah

 PDM Jakarta Utara
.: Home > Artikel

Homepage

Suksesi dan Intervensi Asing

.: Home > Artikel > PDM
11 Maret 2019 15:18 WIB
Dibaca: 114
Penulis : MT Agasta

Image result for kerajaan nusantara
 
Mengapa suksesi kekuasaan sering berjalan tidak mulus di wilayah Nusantara hingga berabad-abad lamanya? Di masa kerajaan mungkin karena ruang atau celah dalam hukum ketatanegaraan yang terbuka untuk ditafsirkan. Sementara Raja memiliki beberapa istri (biasanya pernikahan kerajaan punya tujuan politik). Sang istri juga punya hasrat politik karena ia anak raja atau setidaknya adipati yang menikah untuk membangun koalisi atau aliansi politik antara keluarganya dengan keluarga suaminya, Sang Raja itu sendiri.
 
Suksesi yang berlumuran darah tidak hanya terjadi di masa Ken Arok saat mengkudeta Tunggul Ametung dan akhirnya mengalahkan Kediri. Pertumpahan darah karena balas dendam dalam lingkup keluarga elit kerajaan terjadi terus menerus dan berkepanjangan. Ketika Singasari kemudian runtuh dan digantikan Majapahit, kerajaan besar inipun akhirnya punah bersamaan dengan ketidakmampuan elit mengelola kekuasaan.
 
Yang patut dicatat adalah masa keemasan Majapahit memang dicapai pada era kekuasaan Hayam Wuruk. Namun, pertumbuhan menuju kejayaan itu terjadi di masa Ratu Tribuwana Tunggadewi. Figur penguasa perempuan yang menjadi simbol pemersatu sebagai kepala negara. Sementara kekuasaan yang efektif ada di tangan Mahapatih Gajah Mada, jabatan eksekutif yang didukung semacam Dewan Tinggi atau House of Lord yang kuat yang pada masa itu disebut Saptaprabhu, yaitu semacam dewan pertimbangan agung yang beranggotakan keluarga kerajaan.
 
Tribhuwana meletakkan tahta sebelum mangkat. Ia memilih menjadi anggota Dewan Kerajaan hingga akhir hayatnya. Agaknya semangat Gayatri, ibunya yang tidak mau bertahta dan memilih menjadi brahmana tertanam kuat dalam jiwanya.  
 
Majapahit runtuh setelah berkibar selama 200 tahun. Oleh perebutan kekuasaan internal. Walaupun kedatangan dan semakin menguatnya pengaruh Islam tak dapat dipungkiri juga menjadi faktor yang mempercepat keruntuhan Majapahit.
 
Setelah masa Pemerintahan Demak dan Pajang yang tak seberapa lama, muncullah Mataram Islam yang dibangun di atas legitimasi ‘meneruskan ajaran Sunan Kalijaga’. Kebesaran Mataram diraih pada generasi ketiga yakni pada masa Sultan Agung, meneruskan kekuasaan Panembahan Senapati dan Panembahan Hanyakrawati.
 
Kebesaran Mataram pun diwarnai masa yang kelam. Pada generasi keempat, Amangkurat I  menjadi antipati terhadap golongan ulama karena dugaan keterlibatan kelompok santri pada upaya kudeta yang dipimpin adik Sang Raja, Pangeran Alit. Konon dalam waktu setengah jam saja, 5.000 hingga 6.000 jiwa golongan ulama dan santri dieksekusi mati. Eksekusi yang ditandai dengan bunyi meriam Ki Sapu Jagat. Sang Raja melakukan operasi rahasia itu, seolah tak tahu menahu dengan pembantaian yang terencana itu.
 
Kekuasaan Mataram berakhir porak poranda bersamaan dengan intervensi VOC. Ketidakmulusan suksesi memecah Mataram menjadi 4 kerajaan. Hingga pengaruh politiknya kian redup. Dan Nusantara secara efektif berada dalam kekuasaan VOC. Saat VOC bangkrut di sekitar tahun 1800, Hindia Belanda menjadi koloni Kerajaan Belanda. Pun beberapa kerajaan di Nusantara.
 
Saat Nusantara sudah menjadi negara modern, apakah suksesi masih akan berdarah-darah? Harapan kita tentu tidak. Walaupun pemenangnya belum tentu yang terbaik dan yang kalah pun bukan pecundang. Syaratnya adalah kita masih saling percaya.
Pada akhirnya bila suksesi menimbulkan perpecahan, intervensi asinglah lah yang kita undang masuk. Baik secara terbuka maupun diam-diam. Saudara sebangsa akan menjadi lebih asing daripada asing. Sebaliknya pihak asing akan menjadi kawan seiring bagai saudara tua yang dirindukan kehadirannya.   
 
 
Iseng-iseng nulis sambil ngopi sore
Marunda 10 Maret 2019
 
MT Agasta
penulis lepas, anggota LSBO PP Muhammadiyah

Tags: SuksesidanIntervensiAsing
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori : Wawasan

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website